Langsung ke konten utama

7 Jenis Macam Jerawat


ilustrasi muka berjerawat. Jerawat mampu diatasi oleh vanili. /pixabay/yopinco

Jerawat atau disebut juga dengan acne vulgaris (AV) merupakan gangguan pada kulit. Kondisi ini berhubungan dengan produksi minyak pada kulit wajah (sebum) yang terjadi secara berlebihan. Minyak berlebih bisa menyumbat pori-pori kulit. Pada setiap pori-pori kulit, terdapat folikel yang terdiri dari kelenjar minyak dan rambut. Jerawat terjadi ketika folikel rambut atau tempat tumbuhnya rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. 

Kelenjar sebum yang tidak dapat melepaskan minyak dengan baik ke kulit akibat penyumbatan, pori-pori kulit akan membentuk komedo. Jika komedo pecah, jerawat pun terjadi.

Dan kebanyakan orang biasanya memiliki jenis jerawat yang berbeda beda. Di bawah ini ada macam-macam jenis jerawat yang paling umum terjadi.


1. Komedo putih (Whiteheads)


Ilustrasi : Cleveland Clinic

Komedo merupakan jenis jerawat dasar. Maksudnya adalah ketika minyak dan sel kulit bercampur dan menyumbat pori pada kulit, komedo adalah hal pertama yang muncul sebelum membentuk jerawat.

Jika pori-pori menutup dan Anda melihat benjolan kecil yang berwarna putih atau berwarna seperti daging, ini adalah komedo putih atau whiteheads

Salah satu penyebab bentuk jerawat ini muncul adalah perubahan hormon. Pada masa-masa tertentu, yakni masa pubertas dan haid, jumlah sebum atau minyak diproduksi pori-pori Anda meningkat. Alhasil, pori-pori pun tersumbat dan memicu komedo putih.

Komedo yang tertutup ini juga dapat terjadi di daerah yang mengalami banyak gesekan, seperti dagu atau garis rahang.

2. Komedo Hitam (Blackheads)


Ilustrasi : Alodokter

Komedo hitam merupakan jenis jerawat yang naik ke permukaan kulit, sehingga ujung jerawat berwarna hitam. Warna hitam pada ujung jerawat disebabkan oleh pigmen kulit yang meningkat, bukan karena kotoran atau debu, sehingga tidak dapat dibersihkan.


Ilustrasi : Wikipedia

Sama seperti komedo putih, blackheads juga dapat muncul di mana saja, dari wajah, punggung, hingga dada. Bentuk jerawat ini juga disebabkan oleh penumpukan sel kulit mati, produksi minyak berlebih pada wajah, dan juga karena bakteri yang menyumbat pori.

Ada beragam faktor yang memicu ketiga hal yang menjadi penyebab jerawat komedo hitam, mulai dari tidak menjaga kebersihan wajah, hingga minum obat-obatan tertentu.

3. Papula 

Ilustrasi : Hello Sehat

Jerawat Papula merupakan benjolan kecil berwarna merah pada kulit. Tipe jerawat yang satu ini terjadi akibat penyumbatan tidak sampai ke permukaan kulit dan sel kulit mati terus menumpuk. Akibatnya, folikel rambut pun mengalami tekanan yang dapat menyebabkan dinding folikel pecah.

Apabila hal tersebut terjadi, sebum dan bakteri yang terperangkap akan menyebar ke jaringan sekitar. Hal ini yang akhirnya memicu kemerahan, bengkak, dan rasa nyeri pada jerawat papula.

Jerawat papula biasanya muncul ketika komedo, baik komedo hitam maupun putih, dibiarkan begitu saja. Alhasil, peradangan pada komedo pun terjadi dan menyebabkan iritasi pada sel kulit di sekitarnya.


4. Pustula

Ilustrasi : C&F

Jerawat pustula merupakan jenis jerawat yang terjadi akibat komedo yang meradang. Jerawat pustula biasanya muncul ditandai dengan benjolan dasar yang merah dan ujung kepala yang putih.

isi jerawat pustula dipenuhi dengan nanah. Nanah tersebut menunjuk ke satu titik di kulit atasnya yang membentuk titik putih. Pustula dan papula sering muncul bersamaan dan berkumpul dalam jumlah yang banyak.

Jika hal ini terjadi, artinya Anda tengah mengalami jerawat dengan kondisi yang cukup parah. Pasalnya, tipe jerawat ini merupakan bagian dari penyakit yang disebut sebagai jerawat inflamasi, alias jerawat yang sudah meradang.

5. Nodul

Ilustrasi : Yesdok

Jerawat nodul terbentuk ketika sel-sel kulit mati dan minyak (sebum) menyumbat pori pori kemudian terinfeksi bakteri P. acne. Infeksi lalu mencapai lapisan kulit yang lebih dalam, sehingga pori-pori menjadi bengkak dan meradang. Karena terbentuk di lapisan kulit yang lebih dalam, jerawat nodular tergolong dalam jenis jerawat yang parah.

penyebab jerawat yang satu ini sama seperti jerawat lainnya. Hanya saja, tipe jerawat ini terjadi akibat peradangan yang menembus hingga ke lapisan kulit lebih dalam.

Akibatnya, pembentukan lesi yang lebih padat dan lebih besar pun terjadi. Bahkan, jerawat nodul disebut menimbulkan rasa nyeri yang cukup mengganggu.

Usahakan untuk tidak memencet jerawat ini karena akan meninggalkan bekas jerawat yang sulit hilang nantinya.

6. Jerawat Batu (Kistik)

ilustrasi : STYLO Indonesia

Jerawat batu atau kistik merupakan jenis jerawat yang terjadi akibat penumpukan minyak dan sel kulit mati di jaringan kulit yang jauh di dalam folikel rambut. Jika peradangan di jaringan kulit terjadi, benjolan besar pun terbentuk.

Ukuran jerawat yang bengkak dapat terus bertambah karena dipengaruhi oleh infeksi bakteri di lapisan teratas kulit. Akibatnya, jerawat kistik tampak memerah, lebih besar, dan berisi nanah pula.

mirip dengan jerawat nodul, jerawat kistik juga menimbulkan rasa sakit yang tak tertahankan. Bila tidak segera ditangani, peradangan akan memecah pori-pori yang dapat menyebar ke jaringan kulit sekitarnya. Peradangan yang menyebar luas akhirnya memicu jerawat batu yang baru.

7. Jerawat Pasir

    
Ilustrasi : 99.co

Jerawat pasir atau bruntusan merupakan jerawat bintik kecil yang belum berkembang. Jenis jerawat yang satu ini umumnya tidak terlalu terlihat, tetapi terasa ketika disentuh.

Bruntusan dapat meliputi berbagai jenis jerawat, mulai dari pustula, komedo putih, dan papula. Anda mungkin melihatnya sebagai jerawat biasa dengan jumlah 1 – 2 benjolan.

Penyebab utama jerawat pasir adalah iritasi kulit akibat tekanan pori-pori yang berlebihan, adanya panas, dan gesekan di kulit. Bila gesekan kulit terus terjadi, permukaannya menjadi kasar dan jerawat pun berkembang.






Komentar